Mungkinkah Bisnis Kecil dan Menengah Terserang Risiko Siber?

\Di tahun 2019, pertumbuhan bisnis kecil dan menangah diprediksi akan terus berkembang pesat, apalagi dengan dukungan teknologi internet atau digital yang sudah mengakomodir kebutuhan. Bahkan pada tahun 2018, di Indonesia tercatat pelaku bisnis kecil dan menangah menyentuh angka 58,97 juta pelaku usaha. 


Namun, dibalik semua kemudahan melalui teknologi internet, terdapat kekhawatiran dari para pelaku bisnis kecil dan menengah yang muncul akibat ketidaktahuan sebagian besar pelaku usaha tentang kejahatan siber yang siap mengintai. Laporan pemantauan keamanan internet Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) mencatat ada 232.447.974 serangan siber ke Indonesia sepanjang 2018, dan angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 200 juta serangan. Dari 232,45 juta serangan ini, nyaris setengahnya atau sekitar 122.435.215 merupakan serangan malware
Peningkatan serangan siber ini ditengarai sebagai akibat dari semakin canggihnya serangan yang dikembangkan oleh aktoractor kriminalcriminal siber. Faktanya, saat ini kejahatan siber tidak hanya menyerang perusahaan besar. Serangan siber tidak mengenal mana itu perusahaan besar atau bisnis skala kecil. Mereka hanya melihat banyak tidaknya transaksi atau kunjungan yang terjadi dalam sebuah website atau sistem yang berjalan. Menurut laporan terkini dari Marsh Microsoft Cyber Risk Perception Survey yang dirilis bulan September 2019, risiko siber berada dalam urutan Top 5 oleh 59% organisasi.

Dampak Serangan Cyber

Berikut adalah beberapa dampak kerugian finansial bagi perusahaan yang mengalami serangan cyber:
• Biaya penanggulangan bencana karena kebutuhan jasa konsultan IT, dan harus mengganti sistem versi terbaru.
• Biaya ahli investigasi teknologi informasi yang jumlahnya masih sedikit di Indonesia, dan membantu untuk mengidentifikasi apa yang terjadi, berapa banyak yang terserang, bagaimana solusinya, dan tindakan pengamanan apa agar tidak terjadi lagi dimasa mendatang.
• Kemungkinan biaya hukum akibat dituntut oleh stake holder, share holder atau pihak ketiga.
• Biaya pemulihan reputasi perusahaan (crisis management).
• Kerugian finansial akibat kehilangan pendapatan karena berhentinya sistem jaringan.

Melihat fakta yang ada saat ini, para pelaku bisnis kecil dan menengah tidak bisa lagi  memandang sebelah mata serangan siber yang siap mengintai bisnis sedang berjalan. 

Jika tim Infrastruktur Teknologi sudah melakukan upaya terbaik dalam melindungi perusahaan terhadap serangan cyber dan penyusupan data, namun biasanya peretas siber (cyber hacker) bisa lebih mahir, atau bisa dikatakan “dua atau tiga langkah lebih maju” keahliannya untuk menerobos masuk kedalam sistem komputer dan jaringan komputer. Hal tersebut dianalogikan seperti kejar mengejar antara pencuri dan polisi.

Pertanyaannya adalah bukan “JIKA”, namun “KAPAN” dan apa yang harus dilakukan.

Jangan Menunda Manajemen Risiko Cyber

Risiko cyber dapat dikelola tetapi tidak dapat dihilangkan. Manajemen risiko terhadap ancaman cyber menjadi salah satu agenda wajib bagi perusahaan. Perusahaan harus lebih proaktif dan inovatif merancang manajemen risiko cyber sesuai bisnis dan industri. 

Tindakan perlindungan yang efektif terhadap risiko cyber adalah memiliki polis Asuransi Cyber - dari yang memberikan manfaat perlindungan atas Gangguan Bisnis Online, Perbaikan Reputasi, Pemerasan Siber, Pemulihan Aset Data hingga Tanggung Gugat Data dan Biaya-biaya Pembelaan.

Pentingnya asuransi siberbagi para pelaku bisnis kecil dan menengah menjadi layak diperhatikan secara serius untuk dapat meminimalisir risiko kerugian finansial ketika serangan cyber terjadi. 

Kehadiran perusahaan broker asuransi dan konsultan manajemen risiko, Marsh Indonesia bisa menyajikan solusi holistik untuk mengelola risiko ancaman cyber bagi bisnis kecil dan menengah. Tim di Marsh Indonesia memiliki kemampuan membuat model manajemen risiko dan pengelolaan ancaman cyber, serta memiliki pengalaman dalam menilai dan melakukan analisa untuk meminimalisir risiko kerusakan dan kerugian bisnis jika terkena serangan cyber dan penyusupan data, memberikan metode pencegahan dan penanggulangan, serta simulasi skenario terburuk. Sehingga urusan mengelolan risiko cyber tak akan membuat para pelaku bisnis kewalahan.

Sumber :
https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/JKRRROyK-asuransi-siber-cara-baru-perusahaan-lindungi-keamanan-data
https://www.liputan6.com/tekno/read/2647868/pentingnya-cyber-insurance-untuk-kebutuhan-perusahaan




Keluarga Nugros

You Might Also Like

0 comments