Wednesday, September 13, 2017

Arisan Bareng Mamah-Mamah Kober

Cerita arisan latepost banget hahaha Umi agak kewalahan mengatur waktu bulan kemarin, mulai dari anak-anak sakit sampai Uminya juga sakit terus. Jadi waktu blogging selalu dijadikan waktu istirahat terlebih dahulu, dan akhirnya draft pun menumpuk. Dicicil perlahan lah ya draftnya. Kali ini Umi mau bercerita tentang arisan bersama mamah-mamah kober sekolahnya Babang.


Entah dari siapa pencetusnya sampai akhirnya diadakan arisan mamah-mamah kober ini. Kalau Umi sih ikut-ikut aja, lumayan bisa nabung juga kan selain itu bisa seseruan bareng mamah muda lainnya. Padahal Umi ini orangnya termasuk jarang ikutan yang namanya arisan, tapi karena mamah-mamah yang lain ikutan semua termasuk ibu gurunya jadi ya sudah ikutan juga.

Sistem arisannya dikocok setiap bulannya. Dan kocokannya ada gelas, gelas yang pertama isinya nama peserta arisan dan gelas yang kedua tulisannya ucapan selamat atau zonk. Jadi misalnya yang keluar nama mamah satu dan gelas kedua dikocok keluarnya tulisan "jangan nangis ya" berarti dapat zonk dan namanya dimasukkan kembali dalam gelas. Kocok nama kembali sampai keluar tulisan "Selamat berbahagia" baru deh dapat pemenangnya. Lumayan sih jadi seru, cuma jadi lama soalnya kebanyakan tulisan zonk pada gelas kedua. Nama Umi juga sempat keluar tapi disertai tulisan "Jangan nangis yaa" alias zonk hahaha belum beruntung.

Uang arisannya tidak besar koq nominalnya hanya 50rb/bulan, yang ikutan 14 orang jadi kalau menang hanya dapat 700rb. Lumayanlah buat ongkos mudik ke Tangerang juga bisa. Setahun hanya ada 12 bulan lah ini ada 14 pesertanya, keburu pada lulus donk anak-anak kobernya? Kata koordinator sih ada bulan dimana akan dikocok dua nama nantinya,

Arisannya dikocok disekolah ya sembari menunggu anak-anak belajar dikelas. Rumah Umi dekat sebenarnya dari sekolah, disenggol dikit juga udah sampai. Tapi karena dirumah BeTe juga, apalagi kejadian kepala benjol si abang kemarin bikin Umi makin ngeri ninggalin. Enggak apa lah dah bukan cuma anaknya kan yang butuh bersosialisasi, emaknya juga butuh hehehe. Pas arisan juga enggak ada suguhan makanan apa-apa, langsung kocok aja.


Sekarang sudah ada dua nama yang keluar, menang arisan. Nama Umi masih belum beruntung dikocokan bulan ini. Bulan ini juga Umi enggak ikutan sih pas ngocok arisan, soalnya si Babang Iyas kebetulan lagi enggak sekolah karena pemulihan kepala benjolnya. Jadi Umi ke sekolah cuma nyetor arisan aja.

Ngarep dapet arisan kah si Umi? Ya iya lah masa ikut arisan enggak ngarep dapet sih, tapi Umi mah enggak berharap banget sih kalau ternyata dapatnya cepat ya Alhamdulillah rezeki dan kalau dapatnya paling terakhir ya baper deh nanti Uminya hahaha.

Sebenarnya apa sih keuntungan dari Arisan? Banyak koq keuntungannya kalau menurut Umi. Pertama arisan ya sama saja kita menabung, hanya keuntungannya kalau arisan uangnya bisa dinikmati terlebih dahulu sebelum tabungan terkumpul, tapi itu kalau menang loh ya. Ya daripada uangnya dipakai jajan-jajan yang enggak penting kan ya. Lalu arisan juga bisa memperat tali silaturahmi. Karena kita bisa kumpul-kumpul dan mengobrol bareng, tak jarang arisan ada yang sambil makan bareng. 

Baca juga : Serba-Serbi Arisan

Eh tapi jangan karena arisan menguntungkan, membuat kita jadi kalap ikutan banyak arisan sampai ikutan arisan barang. Hati-hati sesuaikan juga isi dompet kita, jangan sampai nanti malah keteteran karena enggak kebayar arisannya. Yang bijak ya bu ibu kalau mau ikutan arisan.




Keluarga Nugros
IG&Twitter @rianugros

No comments:

Post a Comment